Book
Mala Tetralogi 3
Seperti sufi, Mala melepaskan segala yang dimilikinya. Ia mengkaji ulang kehidupan dalam pelariannya. Sebagai buruan justru ia bisa memaafkan musuh-musuhnya. Di puncak kepasrahan tujuannya hanya satu, menemukan Nora. Namun, ternyata menerima kenyataan dan berdamai dengan diri sendiri tak semudah itu. Banyak gugatan tersurat yang disampaikan Putu Wijaya terhadap keyakinan-keyakinan yang telah pakem di masyarakat pada bagian ini. Gugatan itu terasa sangat kuat, tak sekadar tawaran untuk melihat dari sudut pandang lain.
| D2201139 | F WIJ m | Indonesian Fiction | Available |
No other version available