Bahasa

  English      Bahasa   


MISJ Elementary




Diakreditasi sebagai sekolah nasional oleh BAN-SM (Badan Akreditasi Nasional atau Sekolah Madrasah) dan dilisensikan sebagai sekolah SPK (Satuan Pendidikan Kerjasama) di Indonesia, Mentari Intercultural School Jakarta Sekolah Dasar (Tahun 1 sampai 5), SMP (Tahun 6 hingga 10) ) dan Sekolah Menengah Atas (Tahun 11 dan 12) berwenang mengikuti Kurikulum International Baccalaureate yang dikategorikan sebagai Program Tahun Dasar (IB PYP), Program Tahun Tengah (IBMYP), dan Program Diploma (IBDP). Di MIS kami menerapkan Kurikulum Nasional Indonesia, Kurikulum 2013.





Program Tahun Utama adalah kerangka kerja kurikulum yang dikembangkan oleh International Baccalaureate yang mengedepankan pengembangan anak secara menyeluruh. Mempunyai pemikiran seara internasional adalah bagian terbesar dari tujuan perkembangan ini. Kerangka kerja yang terdiri dari lima elemen penting yaitu: pengetahuan, konsep, keterampilan, sikap, dan tindakan. Pengetahuan, konsep dan keterampilan adalah aspek yang dapat membentuk masing-masing bidang mata pelajaran inti yang diatur dalam kerangka kerja terperinci yang disebut lingkup dan urutan. Sedangkan perkembangan sikap berpengaruh melalui lingkungan belajar dan interaksi pribadi siswa. Setelah pembahasan berhasil, para siswa diharapkan dapat mengambil tindakan. Kurikulum Sekolah melibatkan pembelajaran dalam bahasa, sains, humaniora, matematika, dan seni. IB mewajibkan kegiatan pembelajaran ini dibawakan dengan cara yang menarik, relevan, menantang, dan signifikan serta menanamkan komitmen pada model transdisipliner, yaitu sebuah metode dimana tema-tema lokal dan global secra signifikan dapat melampaui batas-batas bidang studi tradisional dalam menyusun pola pembelajaran. Program Tahun Utama menyatakan akan pentingnya bidang studi, tetapi juga menyadari bahwa mendidik siswa dengan serangkaian bidang studi yang terisolasi tidak cukup. Siswa juga perlu memperoleh keterampilan pada konteks dan mengeksplorasi konten yang relevan.



Kurikulum Nasional Indonesia juga kami gunakan untuk memastikan bahwa siswa kami mengalami pendidikan yang relevan secara geografis dan budaya. Kurikulum ini berfokus untuk dapat mengembangkan pengetahuan siswa secara luas dengan landasan intelektual yang kuat, dengan keterampilan abad ke-21 serta pemikiran internasional.

Sekolah kami menggunakan berbagai metode pengajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran kami, termasuk pendekatan konstruktivis, filosofi pendidikan yang berdasarkan pada pemahaman bahwa kita membangun pengetahuan dan pemahaman mereka melalui pengalaman yang bermakna. Sekolah juga menerapkan pembelajaran berbasis penelitian, suatu metode pengajaran dan pembelajaran yang membentuk peningkatan akan keterlibatan intelektual dengan mengajak dan mengajarkan siswa untuk tidak hanya mengingat dan mengulangi informasi, tetapi juga menemukan dan menggunakan informasi tersebut dengan tepat.





PROFIL IB LEARNER: Suatu Profil murid IB yang mampu menguraikan kunci karakteristik yang diharapkan IB kepada seluruh siswa PYP, yang aan membangun mereka selama program. Setiap suatu pertanyaan - akan mengembangkan keingintahuan alami mereka. Mereka akan memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk melakukan penyelidikan dan penelitian dan menunjukkan kemandirian mereka dalam belajar. Mereka akan secara aktif menjalani pembelajaran dan kecintaan belajar ini akan mereka jaga sepanjang hidup mereka.

Berpengetahuan luas - Para siswa mampu mengeksplorasi konsep, ide, dan masalah yang memiliki signifikansi lokal dan global. Dengan melakukan hal itu, mereka akan memperoleh pengetahuan yang mendalam dan mengembangkan pemahaman di berbagai disiplin ilmu yang luas secara seimbang

Pemikir - Para siswa mampu berinisiatif dalam menerapkan kemampuan berpikir secara kritis dan secara kreatif dalam mengenali dan melakukan pendekatan terhadap masalah secara kompleks, serta mampu membuat keputusan yang beralasan dan etis.

Komunikator - Para siswa mampu memahami dan mengekspresikan ide dan informasi dengan percaya diri dan kreatif dalam lebih dari satu bahasa dan dalam berbagai mode komunikasi. Mereka mampu bekerja secara efektif dan tidak berkeberatan dalam berkolaborasi dengan orang lain.

Berprinsip - Para siswa mampu bertindak dengan integritas dan kejujuran, serta rasa keadilan, dan rasa hormat yang tinggi terhadap martabat individu, kelompok, dan komunitas. Mereka mampu bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri dan konsekuensi yang menyertai tindakan-tindakan tersebut.

Berpikiran Terbuka - Para siswa mampu memahami dan menghargai budaya serta sejarah pribadi mereka sendiri, dan terbuka terhadap perspektif, nilai dan tradisi secara individu maupun komunitas lain. Mereka mampu terbiasa mencari dan mengevaluasi berbagai sudut pandang, dan bersedia bangkit dari pengalaman.

Keberanian - Para siswa malakukan pendekatan pada situasi asing dan ketidakpastian dengan keberanian disertai dengan pemikiran ke depan, dan memiliki semangat kemandirian untuk mengeksplorasi peran, ide, dan strategi baru. Mereka berani dan mampu mengartkulasi dalam mempertahankan apa yang telah mereka percayai.

Seimbang - Para siswa mampu memahami pentingnya keseimbangan intelektual, fisik dan emosional dalam mencapai kesejahteraan pribadi bagi diri mereka sendiri dan orang lain.

Reflektif - Para siswa mampu memberikan pertimbangan yang matang atas pembelajaran dan pengalaman mereka sendiri. Mereka dapat menilai dan memahami kekuatan serta keterbatasan mereka dalam mendukung pembelajaran dan pengembangan pribadi mereka.

Peduli - Para siswa mampu menunjukkan empati, kasih sayang, dan rasa hormat terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain. Mereka memiliki komitmen pribadi dalam membantu, dan bertindak dalam membuat perbedaan positif terhadap kehidupan orang lain dan lingkungan.